Artinya : "Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pla muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), "kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?. Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". Adapun orang-orang yang putih erseri mukanya, maka mereka berda dalam rahmat ALLOH(surga),mereka kekal didalamnya".(Q.S ALi-Imran 106-107)
Menurut Ibnu Abbas dalam menafsirkan surat di atas, ia mengatakan, "pada hari kiamat kelak manusia akan kembali kepada ALLOH. Maka ketika itu akan terdapat orang yang mukanya bputij berseri, mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Sedangkan orang yang mkanya hitam muram, mereka adalah Ahli Bid'ah
JALAN AHLI BID'AH
Dari Abu Najih 'irbadh bin Sariyah yang berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah menasihat kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan ait mata. Kami bertanya "Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat." Beliau bersabda "aku wasiatkan kepada kaliyan untuk tetap menjaga ketakwaan kepada ALLOH, tunduk taat(pada pemimpin) meskipun kaliyan dipimpin oleh seorang budak habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan. Hendaklah kaliyan berpegang teguh kepada sunnah khulafaur rasyidin yang diberi petunjuk. Peganglah kuat-kuat sunnah iu dengan gigi geraham, dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru(dalam agama) karena semua bid'ah adalah sesat"(HR. ABU DAWUD DAN TIRMIDZI)
Bid'ah memiliki 2 tinjauan secara bahasa dan secara syar'i. Bid'ah secara bahasa ialah segala sesuatu yang tidak ada contohnya atau tidak ada yang mendahuluinya pada masanya. Adapun secara syar'i, seperti yang didefinisakan oleh para ulama, yaitu yang memenuhi 3 kriteria sebagai berikut :
1. Dilakukan secara terus menerus
2. Tidak ada contohnya
3. Menyerupai syari'at baik dari sisi sifatnya maupun atsarnya.
Dari sisi sifat maksudnya seperti sifat-sifat syari'at yaitu sudah tertentu waktu, tempat, jenis, jumlah, dan tata caranya. Dari sisi atsarnya maksudnya diniati untuk mendekatkan diri kepada ALLOH dan mencari pahala. Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, dia berkata " Rasululloh pernah bersabda: "Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu(amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami,maka(amalan) itu tertolak"(HR BUKHARI DAN MUSLIM). Fudhail bin Iyadh juga pernah berkata "siapa yang mencintai pelaku bid'ah, maka ALLOH akan menggugurkan amalny dan mengeluarkan cahaya islam dari hatinya."
JALAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
Menurut pengertian bahasa, Sunnah adalah jalan. Tidak dapat diragukan bahwa AHLUS SUNNAH adalah orang-orang yang mengikuti jejak rosulullah dan para sahabatnya. Imam Al-Auza'i berkata, "Sabarkanlah dirimu dalam berpegang teguh pada As-sunnah, berhentilah jika orang-orang berhenti, katakalah apa yang mereka katakan, tahanlah apa yang mereka tahan, ikutilah jalan orang-orang salf yang saleh, karena dengan yang demikian itu membuat jalanmu lapang seperti jalan mereka yang lapang."
Dari ibnu umar, bahwa Umar bin Khatab pernah pidato dihadapan orang-orang, lalu diapun berkata,"Rasulullah pernah berdiridihadapan kami seraya berkata."Barangsiapa diantara kaliyan menghendaki taman surga, maka hendaklah mengikuti Al-Jama'ah, karena setan itu beserta satu orang. adapun dari dua orang dia lebih jauh lagi."(HR TIRMIDZI)