Jumat, 12 Desember 2014

Khutbah Ibnu Jauzi Pada Saat Perang Salib 2


    


 Tidak ada kata yang lebih mewakili untuk disampaikan kepada mukhoddzilin(para penggembos) dari ummat ini, kecuali salah satu kisah mengenai khutbah Ibnu Jauzi kepada kaum muslimin tatkala perang salib 2 dilancarkan bumi Islam
"Wahai manusia, mengapa kaliyan lupakan dien kaliyan ? "
"Mengapa kaliyan meninggalkan 'IZZAH' kaliyan ?"
"Mengapa kaliyan tidak mau menolong Agama ALLOH, sehingga ALLOH pun tidak menolong kaliyan "
"Kaliyan sangka 'IZZAH' itu milik orang musyrik, padahal ALLOH jadikan 'IZZAH' itu milik ALLOH dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman."
"Celaka kaliyan ! tidakkah pedih dan terluka hati kaliyan melihat musuh ALLOH dan musuh kaliyan menyerang tanah air kaliyan yang telah disirami bapak-bapak kaliyan dengan darah. Musuh menghina dan memperbudak kaliyan, padahal kaliyan dulu adalah pemimpin dunia. Tidakkah hati kaliyan bergetar dan emosi kaliyan menggelegak melihat saudara-saudara kaliyan dikepung dan disiksa dengan berbagai siksaan oleh musuh."
"Apakah kaliyan hanya makan minum dan bernikmat-nikmad dengan kelezatan hidup, sementara saudara-saudara kaliyan disana berselimut jilatan api, bergelut dengan kobarannya dan tidur diatas bara? "

"Wahai Manusia ! "
"Sungguh, perang suci telah dimulai, penyeru JIHAD telah memanggil, pintu -pintu langit telah terbuka, jika kaliyan tidak mau menjadi pasukan perang..."
"Bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka berperang.."
"Pergi saja kaliyan"
"Ambilah jilbab dan celak mata, Wahai wanita bersorban dan berjenggot."


"Jika tidak...pergilah mengambil kuda-kuda, ini tali kekangnya untuk kaliyan"
"Wahai manusia... tahukah kaliyan dari apa tali kekang ini dibuat ?"
"Kaum wanita telah memintalnya dari rambut mereka, karena mereka tak punya apa-apa lagi selain itu."
"Demi ALLOH ! ini adalah gelungan rambut wanita-wanita pingitan yang belum pernah tersentuh sinar matahati karena mereka sangat menjaga dan melindunginya"
"Mereka terpaksa memotongnya karena zaman bercinta tlah berakhir dan babak perang suci dimulai, babak baru JIHAD Fi SABILILLAH."

"Jika kaliyan tak sanggup mengendalikan kuda, ambil saja tali kekang ini, jadikan kuncir dan gelung rambut kaliyan, sebab tali ini terbuat dari rambut wanita, sungguh telah mati perasaan dalam diri kaliyan"

            Setelah itu beliau melempar tali kekang itu dari atas mimbar di hadapan khalayak ramai dan seraya berteriak :

"Begeraklah wahai tiang-tiang masjid, retaklah wahai bebatuan, dan terbakarlah wahai hati, sungguh hati ini sakit dan terbakar, para lelaki telah meninggalkan rujulah(kejantanan) mereka."

            Semoga ALLOH merahmati beliau Ibnul Jauzi. Jika kepada orang-orang yang kekuasaannya telah mencapai Andalusia dan Bilath Syuhada saja engkau mengatakan seperti itu, lalu apa kiranya yang akan engkau katakan kepada ummat di zaman kami ini ? dan sebutan apa yang pantas untuk kami, jika engkau melihat keadaan kami hari ini ?

Sabtu, 22 November 2014

DO'A-DO'A SEHARI-HARI



~ Bacaan Ketika Keluar Dari Rumah ~

ِبِسْمِ اللهِ ، تَوَكَّلْـتُ عَلَى اللهِ وَلا حَوْلَ وَلا قُـوَّةَ إِلاّ بِالله

Bismi l-lâhi, tawakkaltu 'alâ l-lâhi, wa lâ hawla wa lâ quwwata illâ bi-l-lâhi.

Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepadaNya, dan tiada daya dan upaya kecuali karena perto-longan Allah.

(Abu Daud 5095 & Tirmidzi 3426)


~ Bacaan Apabila Masuk Rumah ~


بِسْـمِ اللهِ وَلَجْنـَا، وَبِسْـمِ اللهِ خَـرَجْنَـا، وَعَلـى رَبِّنـا تَوَكّلْـنَا

Bismi l-lâhi walajnâ, wa bismi l-lâhi kharajnâ, wa 'alâ l-lâhi tawakkalnâ.

“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah), dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal”. Kemudian mengucapkan salam kepada keluarga-nya.

(Abu Daud 5096 & dihasankan sanadnya oleh Ibnu Baz)

🌿🌿🌿🌿🌿

~ Doa Ketika Mengenakan Pakaian ~

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَـيـْرِ حَوْلٍ مِنّيْ وَلاَ قُـوَّةٍ

Al hamdu li-l-lâhi l-ladhî kasânî hadhâ th-thawbawa razaqanîhi min ghayri hawlin minnî wa lâ quwwatin.

Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku

(Abu Daud 4023, Tirmidzi 3458, Ibnu Majah 3285, & dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Irwa' Al-Ghalil 7/47)


~ Doa Tamu Kepada Orang Yang Menghidangkan Makanan ~

اَللَّهُـمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْـتَهُمْ، وَاغْفِـرْ لَهُـمْ وَارْحَمْهُمْ

Allâhumma bârik lahum fîmâ razaqtahum wa ghfir lahum wa rhamhum.

"Ya Allah, berilah berkah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah dan belas kasihanilah mereka."
(Muslim 3/1615)

~ Berdoa Untuk Orang Yang Memberi Minuman ~

اللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَن أَطْعَمَنِي، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

Allâhumma ath'im man ath'amanî wa sqi man saqânî.

"Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku."
(Muslim 3/126)
~Doa Sebelum Makan~

بِسْمِ الله

Bismi l-lâhi.

"Dengan nama Allah."

dan jika lupa membacanya di awal makan, hendaklah membaca:

بِسْمِ اللهِ في أَوَّلِهِ وَآخِـرِه

Bismi l-lâhi fî awwalihi wa âkhirihi.

"Dengan nama Allah di awalnya dan di akhirnya."

(Shahih At-Tirmidzi 2/167)


~Doa Setelah Makan~

الْحَمْـدُ للهِ الَّذي أَطْعَمَنـِي هَـذَا وَرَزَقَنِـيْهِ مِنْ غَـيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّة

Al hamdu li-l-lâhi l-ladzî ath'amanî hâdzâ wa razaqanîhi min ghayri hawlin minnî wa lâ quwwatin.

"Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku."

(Shahih At-Tirmidzi 3/159)


~Doa Ketika Berbuka Bagi Orang Yang Berpuasa~

ذَهَـبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّـتِ العُـرُوْقُ، وَثَبَـتَ الأجْـرُ إِنْ شَـاءَ اللهُ

Dzahaba zh-zhama'u wa btallati-l-'urûqu wa thabata-l-ajru in shâ'a l-lâhu.

"Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah."

(Abu Dawud 2/306, Shahih Al-Jami 4/209)

"Doa Apabila Berbuka Di Rumah Orang"

أَفْطَـرَ عِنْدَكُمُ الصّـائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَـكُمُ الأبْـرَارُ، وَصَلَّـتْ عَلَـيْكُمُ الْمَلاَئِكَـةُ

Afthara 'indakumu s-sâ'imûna, wa akala ta'âmakumu-l-abrâru, wa shallat 'alaykumu-l-malâ'ikatu.

"Semoga orang-orang yang ber-puasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendoakannya, agar kamu mendapat rahmat."

(Shahih Abu Dawud 2/730)

Rabu, 12 November 2014

Penyakit Hati


"Ujub"


A. Pengertian
            Tahukah engkau apa itu ujub? Ujub adalah salah satu penyakit hati yg bisa menghapus amal-amal shalih. Pengertian rincinya sbb:

1.Pengertian Bahasa:

            Ujub => sombong & angkuh. Org yg ujub adalah org yg sombong dgn apa yg ada pd dirinya apakah itu baik atau buruk. Disebut seseorang ujub pd dirinya jika dia tinggi hati dan sombong dgn pemikiran & dirinya. Intinya ujub itu menunjukkan kesombongan krn adanya sesuatu.

2. Pengertian Istilah:

            Al-Jarjani rahimahullah berkata: Ujub: seseorang merasa berhak pd kedudukan tertentu yg sebenarnya dia tdk berhak mendapatkannya.
            Al-Ghazali rahimahullah berkata: Ujub: mengagungkan nikmat & condong pdnya dgn melalaikan kpd siapa harusnya nikmat itu disandarkan.
            Ahmad bin Yahya rahimahullah berkata: Ujub: rasa senang krn memperoleh sesuatu diiringi dgn membangga-banggakannya pd org yg tdk memperoleh sesuatu seperti yg dia dpt dgn ucapan atau yg semisalnya dlm hal melakukan, meninggalkan, atau meyakini sesuatu.

            Dengan pengertian ujub ini mari kita koreksi diri, adakah sifat ujub dlm diri kita? Jika tdk ada maka bersyukurlah kpd Allah atas nikmat yg besar ini! Tapi jika sebaliknya maka mintalah pertolongan pd Allah agar dimudahkan utk menghilangkannya!

            Ibnu Qudamah rahimahullah berkata: Ketahuilah bhw ujub itu mengajak pd sifat sombong krn ujub merupakan salah satu sebab munculnya kesombongan. Dan sifat sombong adalah sumber kebinasaan yg bertumpuk. Kesombongan yg dimaksud ini adalah sombong thd sesama makhluk.

B. Dampak

            Ketahuilah, bahwa penyakit ujub ini sangat halus menyelinap dlm hati. Sungguh kondisi hati yg terserang penyakit ujub itu sangat kronis. Tdk ada yg bisa menyembuhkannya kecuali kembali kpd Allah dengan bertaubat padaNya.

Bahaya besar akan mengancam seseorang yg hatinya terjangkit penyakit ini, diantaranya:

1. Ujub memalingkan dari syukur kpd Alloh menjadi syukur pd dirinya sendiri.

2. Ujub memalingkan dari pujian kpd Allah yg memang merupakan hakNya menjadi pujian pd dirinya sendiri yg tdk berhak.

3. Ujub memalingkan rasa rendah diri di hadapan Alloh menjadi sombong, tertipu, & bangga dgn amal-amal perbuatan.

4. Ujub memalingkan dari menghormati org lain & mengetahui kedudukan mrk menjadi menghinakan mrk dan mengingkari hak-hak mrk.

5. Ujub menghapus amal-amal shalih.

6. Ujub membutakan mata dari melihat perbuatan2 baik.

7. Ujub mendorong seseorang melakukan perbuatan2 tercela.

Al-Mawardi rahimahullah berkata: Ujub menutupi perbuatan2 baik & menampakkan perbuatan2 buruk, mendorong perbuatan2 tercela & menghalangi perbuatan2 utama. Sombong mengundang murka yg tiada batas & ujub menggiring pada kebodohan tak berbatas. Ujub memadamkan perbuatan2 baik yg tersebar & merampas perbuatan2 utama yg tersohor. Jauhilah olehmu perbuatan buruk yg menghapus semua kebaikan & perbuatan tercela yg menghancurkan semua keutamaan, diiringi perbuatan yg membangkitkan kemarahan & menumbuhkan kedengkian"

C. Hukum Berbuat Ujub

            Ketahuilah bhw hukum ujub adalah haram krn termasuk salah satu bentuk syirik.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Banyak dalil menghubungkan riya' dgn ujub. Riya' termasuk menyekutukan Allah dgn makhluk sementara ujub termasuk menyekutukan Allah dgn diri sendiri & inilah keadaan org sombong. Org yg riya' tdk mengamalkan: (hanya kpdMu kami beribadah) & org yg ujub tdk mengamalkan: (hanya kpdMu kami mohon pertolongan). Barangsiapa mengamalkan: (hanya kpdMu kami beribadah) maka dia telah bebas dari riya' & barangsiapa mengamalkan: (hanya kpdMu kami mohon pertolongan) maka dia telah bebas dari ujub.

            Abu Hamid Al-Ghazali rahimahullah berkata: Ketahuilah bhw ujub itu tercela dlm Al-Quran & Sunnah. Allah taala berfirman:

وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًاَ

dan (ingatlah) perang Hunain, yaitu diwaktu kalian menjadi ujub krn banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yg banyak itu tdk memberi manfaat kpd kalian sedikitpun. (QS At-Taubah: 25)

Dlm ayat ini Allah mengingkari ujub mrk krn jumlah yg banyak.

وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا

& mrk yakin bhw benteng2 mrk dpt mempertahankan mrk dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kpd mrk (hukuman) dari arah yg tdk mrk sangka2.  (QS Al-Hasyr: 2)

Dlm ayat ini Allah membantah ujub org² kafir krn benteng & kekuatan militer mrk.

وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

sedangkan mrk menyangka bhw mrk berbuat sebaik-baiknya. (QS Al-Kahf: 104)

Ayat ini juga menerangkan ttg ujub krn amal. Kadang² seseorang merasa ujub krn amal yg salah seperti dia ujub krn amal yg benar.

            Mudah²an ayat2 ini bisa menjadi pelajaran berharga demi bersihnya hati kita dari sifat ujub.

D. Hukuman Bagi Orang Yang Ujub

            Rasulullah bersabda menceritakan hukuman bagi org yg ujub:

ﺑَﻴْﻨَﻤَﺎ ﺭَﺟُﻞٌ ﻳَﻤْﺸِﻲ ﻓِﻲ ﺣُﻠَّﺔٍ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ﻧَﻔْﺴُﻪُ ﻣُﺮَﺟِّﻞٌ ﺟُﻤَّﺘَﻪُ ﺇِﺫْ ﺧَﺴَﻒَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺘَﺠَﻠْﺠَﻞُ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ

Ketika seseorang sedang berjalan mengenakan pakaian dgn merasa ujub pd dirinya & rambut tersisir dgn baik, tiba² Alloh tenggelamkan ke bumi, krn itu dia masuk ke perut bumi dlm keadaan tergoncang & terlempar dari satu celah ke celah yg lain hingga hari kiamat. (HR Bukhari)

            Dalam riwayat Muslim: karena itu dia masuk ke perut bumi dalam keadaan tergoncang & terlempar dari satu celah ke celah yg lain dlm bumi sampai terjadi hari kiamat.

Sabda beliau: (tiba- tiba Alloh tenggelamkan ke bumi) menunjukkan cepatnya kejadian itu menimpanya.

Dlm hadits lain Rasulullah bersabda:

ﺛَﻼﺙٌ ﻣُﻬْﻠِﻜَﺎﺕٌ: ﺷُﺢٌّ ﻣُﻄَﺎﻉٌ، ﻭَﻫَﻮًﻯ ﻣُﺘَّﺒَﻊٌ، ﻭَﺇِﻋْﺠَﺎﺏُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ

Tiga perkara yang membinasakan: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, & seseorang ujub dengan dirinya. (HR Baihaqi & dinilai hasan oleh Al-Albani)

            Al-Qurtubi berkata: Seseorang ujub pada dirinya yaitu dia menilai dirinya dengan pandangan sempurna dengan melupakan nikmat Alloh. Jika itu diiringi meremehkan yang lain maka disebut sombong.

Saudaraku, marilah kita lihat jauh ke dalam hati kita masing-masing adakah ujub disana? Jika ada mari kita belajar untuk menghilangkannya, mudah-mudahan orang yang diceritakan dalam hadits itu bukan kita.

Ya Alloh sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat ujub maka jauhkanlah kami darinya.

~SEMOGA BERMANFAAT~

Kamis, 28 Agustus 2014

Bendera Islam Alliwa dan Arrayah

 HATI-HATILAH DALAM MENILAI SESUATU JANGAN SAMPAI MENILAI SESEORANG ATAU SEKELOMPOK YANG MEMBAWA BENDERA ISLAM SEBAGAI TERORIS
Tahukah Kalian Bahwa Islam Memiliki Bendera Sendiri ?
Islam merupakan dien yang lengkap yang mengatur segala aspek hidup salah satunya dalam masalah tata negara, termasuk pengaturan bendera. Bendera Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah.Bendera Rasulullah terdiri dari:
1. Al-liwa (bendera putih)
2. Ar-rayah (panji hitam)
Di dalam bahasa Arab, bendera dinamai dengan liwa (jamaknya adalah alwiyah). Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan rayah. Disebut juga dengan al-‘alam.
Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin peperangan, dimana seluruh pasukan berperang di bawah naungannya. Sedangkan liwa adalah bendera yang menunjukan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan.
Liwa adalah al-‘alam (bendera) yang berukuran besar. Jadi, liwa adalah bendera Negara. Sedangkan rayah berbeda dengan al-‘alam.
Rayah adalah bendera yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang,serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya.
Rayah merupakan tanda yang menunjukan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin perang.
Liwa, (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji perang) berwarna hitam. Banyak riwayat (hadist) warna liwa dan rayah, diantaranya:
Rayah nya (panji peperangan) Rasul SAW berwarna hitam, sedang benderanya (liwa-nya) berwarna putih (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)
Meskipun terdapat juga hadist-hadist lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang), akan tetapi sebagian besar ahli hadits meriwayatkan warna liwa dengan warna putih, dan rayah dengan warna hitam.Tidak terdapat keterangan (teks nash) yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah SAW, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, yaitu persegi empat.
Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol (HR. Tirmidzi) Al-Kittani mengetengahkan sebuah hadist yang menyebutkan:Rasulullah saw telah menyerahkankepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta.Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah.
Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih. Hal ini dijelaskan oleh Al-Kittani, yang berkata bahwa hadist-hadist tersebut (yang menjelaskan tentang tulisanpada liwa dan rayah) terdapat di dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas.
Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu ‘Adi melalui jalur Abu Hurairah.
Begitu juga Hadist-hadist yang menunjukan adanya lafadz Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah , pada bendera dan panji-panji perang, terdapat pada kitab Fathul Bari.
Berdasarkan paparan tersebut diatas, bendera Islam (liwa) di masa Rasulullah saw adalah berwarna putih, berbentuk segi empat dan di dalamnya terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah dengan warna hitam. Dan panji-panji perang (rayah) di masa Rasulullah saw berwarna dasar hitam, berbentuk persegi empat, dengan tulisan di dalamnya Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah berwarna putih.
1. Al-Liwa’ dan ar-Rayah secara bahasa keduanya berarti al-‘alam[u] (bendera). Di dalam Al-Qâmûs al-Muhîth, pada pasal rawiya dinyatakan: .... ar-rayah adalah al-‘alam[u] (bendera), jamaknya rayat….; dan pada pasal lawiya dinyatakan: ….. alliwa’ adalah al-‘alam[u] (bendera), dan jamaknya alwiyah.
Kemudian dari sisi penggunaannya, syariah telah memberikan makna syar‘i untuk masing-masing, sebagai berikut:
Al-Liwa’ berwarna putih, tertulis di atasnya Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh dengan tulisan warna hitam. Ia diakadkan untuk amir brigade pasukan atau komandan brigade pasukan. Al-Liwa’ itu menjadi pertanda posisi amir atau komandan pasukan dan turut beredar sesuai peredaran amir atau komandan pasukan itu.
Dalil penetapan al-Liwa untuk amir pasukan adalah sebagai berikut:
Sesungguhnya Rasulullah saw. masuk ke kota Makkah pada saat pembebasan Makkah, sementara Liwa’ Beliau berwarna putih. (HR Ibn Majah dari Jabir)
Anas juga menuturkan riwayat sebagaiman dituturkan an-Nasa’i:Sesungguhnya ketika Rasul saw. mengangkat Usamah bin Zaid menjadi amir pasukan untuk menggempur Romawi, Beliau menyerahkan Liwa’ Beliau kepada Usamah dengan tangan Beliau sendiri.
Ar-Rayah berwarna hitam; tertulis di atasnya Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh dengan warna putih.
Ar-Rayah berada bersama para komandan bagian-bagian pasukan (sekuadron, detasemen, dan satuan-satuan pasukan yang lain).
Dalilnya adalah bahwa Rasulullah saw., ketika menjadi panglima pasukan di Khaibar, Beliau bersabda : “Sungguh, besok aku akan menyerahkan ar-rayah ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai Allah dan Rasul-Nya.” Lalu Beliau menyerahkannya kepada Ali bin Abi Thalib. (HR Muttafaq ‘alaih).
Ali ketika itu merupakan komandan batalyon atau sekuadron pasukan.
Demikian juga di dalam hadis Harits bin Hasan al-Bakri yang mengatakan: Kami tiba di Madinah, sementara Rasululah saw. sedang berada di atas mimbar, dan Bilal berdiri di hadapan Beliau sambil menggenggam pedang. Saat itu terdapat rayah-rayah berwarna hitam. Lalu aku bertanya, “Rayah apa ini?” Para Sahabat menjawab,“Amru bin al-‘Ash baru tiba dari peperangan.
”Makna frasa fa idza rayat sawd (saat itu terdapat rayah rayah berwarna hitam) adalah bahwa pada waktu itu terdapat banyak rayah bersama pasukan, sementara amirnya adalah satu orang, yaitu Amru bin al-‘Ash. Ini artinya rayah itu berada bersama para komandan sekuadron atau satuan-satuan…
Karena itu, al-Liwa’ diserahkan kepada amir pasukan, sedangkan ar-Rayah ada bersama batalyon, sekuadron, dan satuan-satuan pasukan. Demikianlah, al-liwa’ hanya satu untuk satu brigade pasukan dan ar-rayah dalam satu brigade pasukan jumlahnya banyak.
Dengan begitu, al-Liwa’ adalah bendera yang dibawaamir brigade, bukan orang lain, sementara ar-Rayah menjadi panji-panji tentara.2. Al-Liwa’ diakadkan kepada amir brigade dan menjadi pertanda keberadaannya, yakni selalu menyertai amir brigade.
Adapun dimedan peperangan, komandan peperangan, baik ia amir brigade atau komandan-komandan lainnya yang ditunjuk oleh amir brigade, diserahi ar-rayah. Ar-Rayah itu ia bawa selama berperang di medan peperangan. Karena itu, ar-Rayah disebut Umm al-Harb (Induk Perang), karena dibawa bersama komandan tempur di medan peperangan Karena itu, dalam kondisi sedang terjadi peperangan, tiap-tiap rayah berada bersama komandan tempur.
Praktik demikian merupakan praktik yang dikenal luas pada masa itu. Keberadaan ar-Rayah yang tetap berkibar menjadi pertanda kekuatan tempur komandan pertempuran. Ini merupakan pengaturan yang bersifat administratif sesuai dengan tradisi berperang pasukan.
Rasulullah saw. mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya Zaid, Ja‘far, dan Abdullah bin Rawahah sebelum brigade Perang Mu‘tah datang:Ar-Rayah dipegang oleh Zaid, lalu ia gugur; kemudian diambil oleh Ja‘far, lalu ia pun gugur; kemudian diambil oleh Ibn Rawahah, dan ia pun gugur. Demikian pula, pada kondisi sedang terjadi peperangan, jika Khalifah memimpin langsung pertempuran maka al-Liwa’ boleh dikibarkan di medan pertempuran,bukan hanya ar-Rayah. Telah dinyatakan di dalam Sîrah Ibn Hisyâm dalam pembicaraan mengenai Perang Badar al-Kubra, bahwa al-Liwa’ dan ar-Rayah, berada di medan pertempuran.
Adapun dalam kondisi damai atau setelah berakhirnya pertempuran,maka ar-Rayah tersebar di tengah brigade pasukan; dikibarkan oleh batalyon, sekuadron, detasemen, dan satuan-satuan pasukan. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis penuturan Harits bin Hasan al-Bakri mengenai brigade pasukan Amru bin al-‘Ash.
Dalam Islam, Khalifah adalah panglima militer. Karena itu, al-Liwa’ dikibarkan di tempat ia berada, yaitu Dâr al-Khilâfah.
Praktik demikian adalah sesuai dengan syariah, karena al-Liwa’ diakadkan untuk amir pasukan. Boleh pula dikibarkan ar-rayah di Dâr al-Khilâfah secara adminitratif dengan dasar bahwa Khalifah merupakan kepala organisasi negara. Adapun terkait dengan instansi-instansi, institusi-institusi, dan jawatan-jawatan maka disana dikibarkan arrayah saja, tanpa al-Liwa’. Sebab, al-Liwa’ itu khusus untuk panglima pasukan sebagai tanda keberadaan (posisi)-nya.
Al-Liwa diikatkan di ujung tombak dan dililitkan. Al-Liwa’ diberikan untuk komandan-komandan resimen/brigade sesuai dengan jumlah resimen/brigade yang ada. Masing-masing al-Liwa’ itu diakadkan untuk komandan resimen/brigadepertama, kedua, ketiga, dan seterusnya…..; atau diakadkan untuk komandan resimen/brigade Syam, Irak, Palestina, dan seterusnya…. sesuai dengan penamaan pasukan.
Ketentuan asal, hendaknya al-Liwa’ dililitkan di ujung tombak dan tidak dikibarkan kecuali untuk suatu keperluan. Misalnya, di atas Dâr al-Khilafah, al-Liwa’ dikibarkan karena pentingnya Dâr al-Khilafah. Demikian pula, al-Liwa’ dikibarkan di atas kemah/markas komandan brigade pada kondisi damai, agar umat menyaksikan al-Liwa’ pasukan mereka. Akan tetapi, keperluan itu, jika bertentangan dengan aspek keamanan seperti ketika dikhawatirkan musuh akan mengetahui kemah/markas komandan tentara, maka al-Liwa’ dikembalikan pada ketentuan asal,yaitu dililitkan di ujung tombak dan tidak dikibarkan.
Sementara itu, ar-Rayah dibiarkan tetap berkibar ditiup angin sebagaimana bendera-bendera pada saat ini. Ar-Rayah itu diletakkan di jawatan-jawatan(instansi-instansi) negara.
Ringkasnya adalah sebagai berikut:
Pertama, berkaitan dengan pasukan.
1. Pada kondisi sedang terjadi peperangan, al-Liwa’ selalu menyertai kemah amir brigade pasukan. Ketentuan asalnya tidak dikibarkan, tetapi tetap dililitkan di ujung tombak. Mungkin saja dikibarkan setelah dilakukan kajian atas aspek keamanan. Di dalam brigade pasukan itu terdapat ar-rayah yang dibawa oleh komandan pertempuran di medan tempur.
Jika Khalifah berada di medan tempur maka al-liwa’ boleh juga dibawa.
2. Pada kondisi damai, al-Liwa’ diakadkan untuk komandan resimen/brigade dan dililitkan di ujung tombak. Mungkin saja dikibarkan di atas markas komandan-komandan resimen/brigade. Ar-Rayah tersebar di dalam pasukan bersama batalyon, sekuadron, detasemen, dan satuan-satuan pasukan lainnya. Mungkin saja untuk tiap-tiap batalyon atau sekuadron memiliki rayah (panji) spesifik yang menjadi cirinya (secara administrasi) dan dinaikkan bersama ar-Rayah. Kedua, Untuk tiap-tiap jawatan, instansi, dan instansiinstansi keamanan negara dinaikkan rayah saja; kecuali Dâr al- Khilâfah, juga dinaikkan al-Liwa’ karena Khalifah adalah panglima militer. Boleh juga dinaikan ar-Rayah bersama al-Liwa’ (secara administrasi) karena Dâr al-Khilâfah merupakankepala organisasi negara.
Organisasi-organisasi dan orang umum boleh membawa ar-Rayah dan menaikannya di atas organisasi dan rumah mereka, khususnya pada hari-hari raya atau ketika (negara/pasukan) mendapat kemenangan.
Bendera dengan pasukan umat Islam inilah yang akan membebaskan negeri negeri Islam dari penjajahan AS di Iraq, Afgahanistan, dll serta penjajahan Zionis Yahudi di Palestina. Akan mempersatukan Ummat dalam Negara Khilafah dan membebaskan mesjidil Aqsha, dan akan menjadi bendera Negara Khilafah yang di Janjikan oleh Rasulullah, Insya Allah.

Jumat, 04 Juli 2014

10 LANGKAH SEORANG ISTERI MENUJU SURGA ALLAH

1. Seorang Isteri harus menyadari dan menerima
dengan ikhlas bahwa laki-laki adalah pemimpin kaum
wanita..

2. Seorang Isteri harus menyadari bahwa hak
(kedudukan) suami satu tingkat lebih tinggi dari isteri.

3. Seorang Isteri harus taat kepada suami selama
bukan kemaksiatan.

4. Seorang Isteri tidak boleh keluar rumah dengan
alasan apapun tanpa izin suami.

5. Seorang Isteri wajib memenuhi keinginan suami
dalam nafkah batin (kecuali dengan suatu alasan yang
kuat terpaksa menolaknya)

6. Seorang Isteri harus mendahulukan kepentingan
suami dibanding apapun.
Termasuk kepentingan orang tua.

7. Seorang Isteri harus menjaga kehormatan dirinya
jika suami tidak ada.

8. Seorang Isteri harus menjaga harta juga kehormatan
suami baik saat ada ataupun sedang tidak dirumah.

9. Seorang Isteri harus senantiasa mempercantik dirinya
di depan suami.

10. Seorang Isteri berusaha menyenangkan hati suami
dengan raut wajah yang tampak berseri.
WALLAHUA'LAM...

Semoga wanita yg membaca tulisan ini menjadi wanita
Shalehah akhir zaman yg di Ridhoi ALLAH Subhanahu
Wa Ta'ala..

Aamiin Ya Rabbal'alaamiin

7 Hal Kelebihan AL-QUR'AN Dibandingkan Dengan Kitab Lainnya

(1) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, satu milyar lebih pembacanya saat ini, dan separuh lebih dari pembacanya sama sekali tidak mengerti apa yg dibacanya (tapi tetap semangat membacanya), dan bahkan walau tidak mengerti, tetap saja bisa menangis terisak. Coba kita baca buku berbahasa Rusia setebal 600 halaman, pasti tidak akan kuat bahkan hingga halaman 2, menyerah.

(2) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Bayangkan, dia dijaga, dikawal, bukan oleh seperti ksatria templar atau persaudaraan freemanson, tapi dia dijaga oleh ribuan penghafal, yg bahkan menghafal setiap huruf dan tanda bacanya, tanpa dijanjikan apapun (apalagi harta, kekuasaan, pamor) kecuali kemuliaan di mata Allah. Dan bahkan anak- anak usia dibawah 10 tahun (dan lebih muda lagi) pun bisa menghafalnya, tidak akan jalan rumus ini jikalau Al Qur'an adalah karangan manusia.

(3) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena tidak akan ada muslim yang paling jahil (bodoh) dan non-muslim yg paling membenci sekalipun yang bilang dia punya versi paling
lain tentang al qur'an. Tidak ada perdebatan walau satu mili tentang ini, hanya ada satu versi Al Qur'an.

(4) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab inilah lampu penerangan terbaik bahkan ketika cahaya diambil di atas muka bumi, dan semesta sedang porak poranda mengerikan, dikepung badai antar-galaksi. Apalagi kalau cuma galau, sakit hati, sedih dan penyakit perasaan lainnya.

(5) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab ini mengabarkan kejadian-kejadian di masa depan yang terpilih, dan menceritakan kejadian-kejadian di masa lampau yang
terpilih, agar darinya, pembacanya bisa mengambil pelajaran kekinian. Tidak ada versi awal, tidak ada sekuelnya. Tidak perlu diupdate sama sekali. Selalu relevan sepanjang jaman.

(6) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling hebat, dan paling super. Karena kitab ini adalah sumur terdalam ilmu pengetahuan, tidak akan habis ilmu yang ditimba dari dalamnya. Ibarat lapisan-lapisan halus, tidak akan habis dikupas, terus ada ilmu di balik ilmu di setiap ayatnya. Sungguh, hingga kiamat, kita tahu sebagian kecil saja rahasia Al Qur'an itu lebih dari cukup untuk menghabiskan tinta dan kertas saat dituliskan, atau memenuhi seluruh kapasitas penyimpan digital milik manusia.

(7) Al Qur'an adalah kitab suci paling mulia, paling dan paling super. Karena kitab inilah satu-satunya kitab yang akan kekal hingga akhir masa. Satu-satunya kitab yang tetap ada jikalau tidak ada lagi yang menuliskannya. Satu-satunya kitab ketika seluruh kitab dan buku lain telah berakhir ditelan waktu.

Sabtu, 19 April 2014

Mutiara Hadits



عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال:

"من قرأ في يوم و ليلة خمسين آية لم يكتب من الغافلين و من قرأ مائة آية كتب من القانتين و من قرأ مائتي آية لم يحاجه القرآن يوم القيامة و من قرأ خمسمائة كتب له قنطار من الأجر" (رواه بن السني)

و عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:

"من قرأ عشر آية لم يكتب من الغافلين" (أخرجه الحاكم فى المستدرك)

Dari Anas radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Barangsiapa yang dalam sehari semalam membaca 50 ayat, tidak akan dicatat dlm golongan orang2 yang lalai, yang membaca 100 ayat akan dicatat dalam golongan orang2 yang taat, yang membaca 200 ayat tidak akan dihujat Qur'an pada hari Kiamat, dan yang membaca 500 ayat akan dicatatkan baginya pahala yang berlimpah" (HR. Ibnu Sini)

Dalam hadits yang lain, dari Abu Hurairoh radhiallahu 'anhu, Rasulullah saw. juha bersabda:

"Barangsiapa yang membaca 10 ayat dalam sehari semalam, tidak akan dicatat dalam golongan orang2 yang lalai". (HR. Muslim, Ahmad, Turmudzi, dan Nasa'i).

Mutiara Hadits;

1. Ungkapan sehari semalam menunjukkan bahwa, keistimewaan membaca Al-Qur'an itu diberikan bagi orang2 yang dapat mendawamkannya (menjadikannya sebagai rutinitas sehari-hari), bukan yg hanya sekali-kali.

2. Sebaik-baik ibadah adalah yang dawam (terus menerus) meski sedikit.

3. Bahwa semakin banyak amal yg dapat didawamkan seorang hamba, maka semakin besar pula pahala di sisi Allah.

و كل كبير و صغير مستطر

"Bahwa setiap perbuatan, baik kecil maupun besar, pasti akan tercatat"

Semoga bermanfaat..!

Beautiful Duaas from the Quran (Do'a2 yg indah dari Al qur 'an)

For pious children:
(Memohon anak2 yg sholih)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi habli milladunka zurriyatan tayyibatan innaka sameeud dua.
Rabbi laa tazarni fardan wa anta khair al wariseen
(ya Rabb ku karuniakanlah keturunan yg baik.sesungguhnya Engkau maha mendengar doa.
Ya Rabb ku janganlah biarkan aku sendiri dan Engkau sebaik2 pemberi waris)
 

 For the one who is afraid :
Do'a Untuk kondisi ketakutan
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب��ُ
Rabbana laa tuzigh qulubana ba'da iz hadaytana wa hablana milladunka rahmah innaka antal wahhab
(Ya rabb kami janganlah engkau jadikan hati kami condong pd kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kpd kami,dan karuniakanlah kpd kami rahmat dari sisi Engkau,karena sesungguhnya Engkaulah Maha pemberi(karunia).

do you want shahada?say this Duaa:
(Doa memohon syahid)
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Rabbana aamanna bima anzalta wa ittaba'nar rasula faktubna ma'ash shahideen
(Ya Rabb kami berilah rasa aman thdp apa2 yg Engkau turunkan,dan mngikuti rosulMu dan golongkan kami dalam golongan orang2 yg syahid.)
 

 overwhelmed by life's problems? Say this Duaa:
(Do'a Agar terlepas dari kesulitan hidup)
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Hasbiyallahu laa ilaha illa hua alayhi tawakkaltu wa hua rabbul arshil azeem
(Cukuplah Allah ,Tiada Ilah kecuali Engkau,kepadaMu lah kami bertawakkal dan Dia (Allah) Rabb yg Maha agung.)
 

 If you want yourself and your children to be regular in their salaat:
(Agar Tekun mlaksanakan sholat)
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Rabbijalni muqeem as salaata wa man zurriyati rabbana wa taqabbal dua
( Ya Rabb jadikanlah kami dan keturunan kami yg senantiasa mndirikan sholat .Ya Rabb kami kabulkan doa kami.)
 

 If you want your spouse and children to be Khair for you :
(Do'a agar dikaruniai anak yg berbakti (shalih)
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrata a'yunin wa ja'alna lil muttaqeena imama
( Ya Rabb kami ,anugerahkanlah kpd kami istri2 kami ,dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yg bertaqwa)
 

 A blessed home:
(Do'a agar rumah Diberkahi)
رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِين��َ
Rabbi anzalni munzalan mubarakan wa Anta khair al muzileen
(ya Rabb turunkanlah karunia yg barokah dan Engkaulah sebaik2 pemberi karunia)
 

 Keep the shaitaan away from you:
Do'a agar syaitan mnjauh
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Rabbi a'uzubika min hamazaatish syayaatiin wa a'uzubika rabbi an yahdurun
(Ya Rabb aku berlindung kepadamu dari bisikan2 setan dan aku berlindung pula kpd Engkau dari kedatangan merwka kepadaku.)
 

 Afraid of the torment of the hell fire:
(Do'a perlindungan dari neraka)
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Rabbanasrif anna azaaba jahannama inna azaabaha kaana gharama
(Ya Allah lindungilah kami dari adzab neraka jahannam.sesungguhnya adzab jahannam itu sangat dahsyat.)
 

 If you are afraid Allah may not accept your good deeds:
(Do'a agar amal2 kebaikan kita diterima Allah)
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Rabbana takabbal minna innaka antas sameeul aleem
(Ya Rabb kami trimalah dari kami (amalan kami) sesungguhnya Engkau yg Maha mendengarkan dan Maha mngetahui)
 

 if you are sad, complain to none other than Allah:
(Do'a ktika sedih)
إنما أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّه
Innama ashku bassi wa huzni ilalaah
(Sesungguhnya hanya kpd Allah kuadukan kesusahan dan kesedihanku.)

6 Wanita yang Tak Boleh Dijadikan Istri


1. Wanita “Ananah” : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.

2. Wanita “Mananah” : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita “Hananah” : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

4. Wanita “Hadaqah” : melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya, selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita seperti ini membuat pusing kepala lelaki. Dia ingin apa saja dia mau. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk.

5. Wanita “Basaqah” : ada 2 makna:
a. Pertama : wanita seperti ini suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditujukkan kepada dunia. Suka melawan. Uangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita seperti ini juga sangat suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengungguli dirinya.

b. Kedua: dia marah ketika makan, dan tidak mau makan kecuali dipisah dengan yang lain dan disendirikan bagiannya.

6. Wanita “Syadaqah” : Wanita yang banyak bicara tentang perkara yang sia-sia dan lagi membisingkan sekitarnya.

Rabu, 05 Maret 2014

Menyambung Silaturahmi

   
     Banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya, saling memberi hadiah, saling mengunjungi dll. Sambunglah silaturahmi dengan lemah lembut, berkasih sayang, wajah berseri, memuliakan dan dengan segala hal yang mudah dikenal manusia dalam menyambung silaturahmi.Dengan silaturahmi, pahala yang besar akan diperoleh dari ALLOH subhanahu wa ta'ala, silaturahmi menyebabkan seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan ALLOH di dunia maupun di akhirat.
     Disebutkan dalam Shahih bukhari dan muslim dari Abu Ayyub Al-anshari : Bahwasan ada seorang berkata kepada RASULULLOH shalallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai RASULULLOHJ beritahykan sesuatu kepadaku yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka." RASULULLOH bersabda :"Sungguh dia telah diberi taufik, apa yang tadi kau katakan?" lalu orang itu pun mengulang perkataanya. setelah itu Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Engkau beribadah kepada ALLOH dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesatu apapun, menegakkan shalat, membayar zakat dan engkau menyambung silaturahmi" setelah orang itu pergi, beliau bersabda "Jika dia melaksanakan apa yang aku perintah tadi, pastilah dia masuk surga".
     " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
"Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizqinya dan diakhirkan ajalnya(panjang umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi{HR. BUKHARI }

Maka dari itu hendaklah kita saling menjaga silaturahmi diantara kita

Jumat, 14 Februari 2014

AHLUS SUNNAH versus AHLI BID'AH



Artinya : "Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pla muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), "kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?. Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". Adapun orang-orang yang putih erseri mukanya, maka mereka berda dalam rahmat ALLOH(surga),mereka kekal didalamnya".(Q.S ALi-Imran 106-107)

     Menurut Ibnu Abbas dalam menafsirkan surat di atas, ia mengatakan, "pada hari kiamat kelak manusia akan kembali kepada ALLOH. Maka ketika itu akan terdapat orang yang mukanya bputij berseri, mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Sedangkan orang yang mkanya hitam muram, mereka adalah Ahli Bid'ah
JALAN AHLI BID'AH
     Dari Abu Najih 'irbadh bin Sariyah yang berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah menasihat kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan ait mata. Kami bertanya "Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat." Beliau bersabda "aku wasiatkan kepada kaliyan untuk tetap menjaga ketakwaan kepada ALLOH, tunduk taat(pada pemimpin) meskipun kaliyan dipimpin oleh seorang budak habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan. Hendaklah kaliyan berpegang teguh kepada sunnah khulafaur rasyidin yang diberi petunjuk. Peganglah kuat-kuat sunnah iu dengan gigi geraham, dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru(dalam agama) karena semua bid'ah adalah sesat"(HR. ABU DAWUD DAN TIRMIDZI)
    Bid'ah memiliki 2 tinjauan secara bahasa dan secara syar'i. Bid'ah secara bahasa ialah segala sesuatu yang tidak ada contohnya atau tidak ada yang mendahuluinya pada masanya. Adapun secara syar'i, seperti yang didefinisakan oleh para ulama, yaitu yang memenuhi 3 kriteria sebagai berikut  :
1. Dilakukan secara terus menerus
2. Tidak ada contohnya
3. Menyerupai syari'at baik dari sisi sifatnya maupun atsarnya.
    Dari sisi sifat maksudnya seperti sifat-sifat syari'at yaitu sudah tertentu waktu, tempat, jenis, jumlah, dan tata caranya.  Dari sisi atsarnya maksudnya diniati untuk mendekatkan diri kepada ALLOH dan mencari pahala. Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, dia berkata " Rasululloh pernah bersabda: "Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu(amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami,maka(amalan) itu tertolak"(HR BUKHARI DAN MUSLIM). Fudhail bin Iyadh juga pernah berkata "siapa yang mencintai pelaku bid'ah, maka ALLOH akan menggugurkan amalny dan mengeluarkan cahaya islam dari hatinya."

JALAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
    Menurut pengertian bahasa, Sunnah adalah jalan. Tidak dapat diragukan bahwa AHLUS SUNNAH adalah orang-orang yang mengikuti jejak rosulullah dan para sahabatnya. Imam Al-Auza'i berkata, "Sabarkanlah dirimu dalam berpegang teguh pada As-sunnah, berhentilah jika orang-orang berhenti, katakalah apa yang mereka katakan, tahanlah apa yang mereka tahan, ikutilah jalan orang-orang salf yang saleh, karena dengan yang demikian itu membuat jalanmu lapang seperti jalan mereka yang lapang."
    Dari ibnu umar, bahwa Umar bin Khatab pernah pidato dihadapan orang-orang, lalu diapun berkata,"Rasulullah pernah berdiridihadapan kami seraya berkata."Barangsiapa diantara kaliyan menghendaki taman surga, maka hendaklah mengikuti Al-Jama'ah, karena setan itu beserta satu orang. adapun dari dua orang dia lebih jauh lagi."(HR TIRMIDZI)