Tidak ada kata yang lebih mewakili untuk disampaikan
kepada mukhoddzilin(para penggembos) dari ummat ini, kecuali salah satu kisah
mengenai khutbah Ibnu Jauzi kepada kaum muslimin tatkala perang salib 2
dilancarkan bumi Islam
"Wahai manusia, mengapa
kaliyan lupakan dien kaliyan ? "
"Mengapa kaliyan meninggalkan
'IZZAH' kaliyan ?"
"Mengapa kaliyan tidak
mau menolong Agama ALLOH, sehingga ALLOH pun tidak menolong kaliyan "
"Kaliyan sangka 'IZZAH' itu milik orang musyrik, padahal
ALLOH jadikan 'IZZAH' itu milik ALLOH
dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman."
"Celaka kaliyan !
tidakkah pedih dan terluka hati kaliyan melihat musuh ALLOH dan musuh kaliyan menyerang
tanah air kaliyan yang telah disirami bapak-bapak kaliyan dengan darah. Musuh
menghina dan memperbudak kaliyan, padahal kaliyan dulu adalah pemimpin dunia. Tidakkah
hati kaliyan bergetar dan emosi kaliyan menggelegak melihat saudara-saudara
kaliyan dikepung dan disiksa dengan berbagai siksaan oleh musuh."
"Apakah kaliyan hanya
makan minum dan bernikmat-nikmad dengan kelezatan hidup, sementara saudara-saudara
kaliyan disana berselimut jilatan api, bergelut dengan kobarannya dan tidur
diatas bara? "
"Wahai Manusia ! "
"Sungguh, perang suci telah
dimulai, penyeru JIHAD telah memanggil, pintu -pintu langit telah terbuka, jika
kaliyan tidak mau menjadi pasukan perang..."
"Bukalah jalan untuk
kaum wanita agar mereka berperang.."
"Pergi saja
kaliyan"
"Ambilah jilbab dan celak
mata, Wahai wanita bersorban dan berjenggot."
"Jika tidak...pergilah mengambil kuda-kuda, ini tali
kekangnya untuk kaliyan"
"Wahai manusia... tahukah kaliyan dari apa tali kekang
ini dibuat ?"
"Kaum wanita telah memintalnya dari rambut mereka,
karena mereka tak punya apa-apa lagi selain itu."
"Demi ALLOH ! ini adalah gelungan rambut wanita-wanita
pingitan yang belum pernah tersentuh sinar matahati karena mereka sangat
menjaga dan melindunginya"
"Mereka terpaksa memotongnya karena zaman bercinta tlah
berakhir dan babak perang suci dimulai, babak baru JIHAD Fi SABILILLAH."
"Jika kaliyan tak sanggup mengendalikan kuda, ambil
saja tali kekang ini, jadikan kuncir dan gelung rambut kaliyan, sebab tali ini
terbuat dari rambut wanita, sungguh telah mati perasaan dalam diri
kaliyan"
Setelah itu beliau melempar tali
kekang itu dari atas mimbar di hadapan khalayak ramai dan seraya berteriak :
"Begeraklah wahai tiang-tiang masjid, retaklah wahai
bebatuan, dan terbakarlah wahai hati, sungguh hati ini sakit dan terbakar, para
lelaki telah meninggalkan rujulah(kejantanan) mereka."
Semoga ALLOH merahmati beliau Ibnul
Jauzi. Jika kepada orang-orang yang kekuasaannya telah mencapai Andalusia dan
Bilath Syuhada saja engkau mengatakan seperti itu, lalu apa kiranya yang akan
engkau katakan kepada ummat di zaman kami ini ? dan sebutan apa yang pantas untuk
kami, jika engkau melihat keadaan kami hari ini ?

subhanallah
BalasHapus