Minggu, 03 April 2016

MOTIVATION BY REZA ASSEGAF



 

1. Kesuksesan tidak akan pernah datang dengan sendiri, maka jangan pernah takut untuk melangkah demi menjemput sebuah kesuksesan itu.

{Reza_Assegaf}


2. Suatu Keberhasilan akan kita dapat melalui sebuah perjuangan.

{Reza_Assegaf}


3. Sebuah kesuksesan janganlan hanya kalian jadikan sebagai impian saja. Tapi, jadikanlah sebuah target yang harus kita kejar dari sekarang juga.

{Reza_Assegaf}


4. Tidak perlu kaya untuk merasakan suatu kebahagiaan.

{Reza_Assegaf}


5. Apa yang aku rasakan saat ini akan aku jadikan penyemangat dalam hidupku, untuk menempuh hidup yang jauh lebih baik lagi.

{Reza_Assegaf}


6. Jikalau ada seseorang yang menyukaiku, aku ingin ia menyukai agama yang ada pada diriku, bukanlah harta yang ada pada diriku.

{Reza_Assegaf}


7. Sebuah kesuksesan tidak akan pernah datang dengan sendirinya, maka jangan pernah takut untuk melangkah demi menjemput kesuksesan.

{Reza_Assegaf}


8. Terkadang, sebuah kritikan lebih dibutuhkan daripada sebuah sanjungan. Karena sebuah kritikan dapat membuat seseorang lebih berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tetapi, sanjungan yang berlebihan dapat membuat seseorang cenderung lebih berpuas diri tanpa ada rasa ingin mengoptimalkannya lagi.

{Reza_Assegaf}


9. Aku terlahir sebagai seorang Muslim, dan aku bangga menjadi seorang Muslim, dan aku akan mati dalam keadaan muslim.

{Reza_Assegaf}


10.Tingginya ilmu kita janganlah membuat diri kita menjadi Tinggi Hati, tetapi jadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

{Reza_Assegaf}

Sabtu, 13 Februari 2016

SALAH SATU KELEBIHAN AL-QUR'AN DIBANDINGKAN DENGAN KITAB LAIN (3)



BULAN MEMANG TELAH TERBELAH

Dibalik Proyek Amerika Yang Menghabiskan 1 Milyar U$ Ternyata Kebenaran Islam Yang
Terungkap

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﺍﻗْﺘَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻭَﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ
“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan” . (QS al Qomar: 1)
Yang menarik adalah ayat diatas menjadi sebab Islamnya seseorang yang nantinya akan menjadi ketua Hizib Islami Britani.Bagaimanakah cerita
nya? Ikuti ulasan berikut ini.
Dalam wawancara televisi dengan seorang pakar geologi muslim Prof. Dr. Zaqhlul An-Najar, pembawa acara bertanya kepada beliau tentang ayat diatas: “Apakah terdapat i’jaz ilmi (kemukjizatan yang bersifat sains) yang terkandung didalam ayat diatas?

Dr. Zaqhlul memberikan jawaban dengan mengatakan:
“Berkenaan dengan ayat ini, aku mempunyai sebuah cerita. Sejak beberapa waktu lamanya
aku menjadi tenaga pengajar di Universitas Chardif di bagian barat Inggris. Yang datang
mengikuti perkuliahaanku terdiri dari muslim dan non muslim. Pernah suatu ketika terjadi diskusi yang menarik tentang i’jaz ilmi dalam al-Qur`an.
Ditengah-tengah diskusi, ada seorang pemuda muslim berdiri dan mengatakan: “Tuan, apakah
anda melihat bahwa didalam firman Allah “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan” terdapat isyarat i’jaz ilmi dalam al-Qur`an?”
Dr. Zaqhlul mengatakan: “Tidak, karena i’jaz ilmi ditafsiri oleh ilmu (sains). Sedangkan mukjizat, ilmu (sains) itu tidak mampu menafsirinya, karena mukjizat adalah suatu perkara luar biasa yang tidak dapat ditafsiri oleh hukum alam
(hukum kausalitas).

Terbelahnya rembulan adalah mukjizat, yang terjadi untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan bersaksi
tentang kenabian dan kerasulan
nya. Mukjizat visual adalah bukti nyata bagi orang yang
menyaksikannya. Seandainya hal itu tidak datang dalam kitab Allah dan sunnah Rarul-Nya tentu kita umat Islam di abad ini tidak wajib mengimaninya. Akan tetapi kita mengimaninya
karena telah datang keterangan
nya didalam kitab Allah dan didalam sunnah Rasul-Nya dan karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Mukjizat Kenabian
Dr. Zaqhlul kemudian menyampaikan terbelahnya rembulan sebagaimana yang terdapat dalam kitab-kitab hadits. Dia mengatakan lima tahun sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berhijrah dari Makkah ke Madinah, ada sekelompok orang Quraisy yang datang menemui beliau dan mengatakan: “Hai Muhammad, jika engkau benar-benar seorang Nabi dan Rasul maka datangkanlah bukti yang menunjukkan bahwa engkau memang benar-benar seorang Nabi dan Rasul.” Maka Nabi bertanya kepada mereka: “Apa yang kalian inginkan?” Mereka berkata dengan tujuan melemahkan dan menantang: “Belahlah untuk kami rembulan itu!”
Nabi lantas berdiri beberapa saat. Beliau berdoa kepada Allah agar memberikan pertolongan untuknya dalam situasi ini. Allah lantas memberikan ilham kepada beliau untuk berisyarat dengan menggunakan jari tangan beliau kearah rembulan. Tiba-tiba rembulan tersebut terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian menjauh dari bagian yang lain selama beberapa jam kemudian menyatu kembali.

Maka orang kafir berkomentar: “Muhammad telah menyihir kita.” Akan tetapi orang-orang yang cerdas diantara mereka mengatakan: “Sesungguhnya sihir itu terkadang dapat
mempengaruhi orang-orang yang menyaksikannya dan tidak dapat mempengaruhi seluruh manusia.Maka tunggu
lah rombongan yang akan datang dari perjalanan.” Maka orang-orang kafir bergegas keluar menuju tempat-tempat keluarnya kota Makkah untuk menunggu orang-orang yang
datang dari perjalanan. Ketika rombongan pertama datang orang kafir menanyakan kepada
mereka: “Apakah kalian membuat sesuatu yang
aneh telah terjadi pada rembulan itu?” Mereka
menjawab: “Ya, benar. Pada malam fulaniah kami melihat rembulan itu telah terbelah menjadi dua dan saling berjauhan satu dari yang lain
kemudian kembali menyatu.” Maka berimanlah sebagian dari mereka orang yang beriman dan kafirlah orang yang tetap kafir.

Oleh karena itu Allah berfirman dalam kitabnya:
ﺍﻗْﺘَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻭَﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ . ﻭَﺇِﻥْ ﻳَﺮَﻭْﺍ ﺁﻳَﺔً
ﻳُﻌْﺮِﺿُﻮﺍ ﻭَﻳَﻘُﻮْﻟُﻮﺍ ﺳِﺤْﺮٌ ﻣُﺴْﺘَﻤِﺮٌّ . ﻭَﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ
ﺃَﻫْﻮَﺍﺀَﻫُﻢْ ﻭَﻛُﻞُّ ﺃَﻣْﺮٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﺮٌّ
“Telah dekat (datangnya) saat itu, dan telah terbelah bulan. Dan jika (orang-orang musyri
kin)melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling
dan berkata: “(ini adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap
urusan telah ada ketetapannya. ” (QS Al-Qamar ayat 1-3)

Kisah Nyata
Doktor Zaqhlul melanjutkan penjelasannya dengan mengata
kan: “Dan sesudah aku meng
akhiri penjelasanku, maka ada seorang pemuda Inggris muslim berdiri dia memperkenalkan dirinya: “Aku bernama Dawud
Musa Bidcook, Ketua Hizib Islami Britani”.
Setelah itu dia mengatakan: “Tuan, bolehkah aku memberi keterangan tambahan?” Aku Jawab:
“Silahkan.” Dia berkata: “Sebelum memeluk Islam
saya mempelajari banyak berbagai agama. Satu hari ada seorang mahasiswa muslim memberikan hadiah kepadaku berupa terjemahan Al-Qur’an.
Aku berterima kasih kepadanya karena hadiah tersebut. Lalu buku terjemah Al Qur’an tersebut aku bawa pulang kerumah. Saat aku membuka
buku terjemah Al-Qur’an itu, surat yang pertama kali aku baca adalah surat Al-Qomar. Aku membaca ayat:
ﺍﻗْﺘَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻭَﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ
Maka saya katakan: “Apakah ucapan ini masuk akal? Apa mungkin rembulan itu terbelah
kemudian menyatu kembali? Kekuatan apakah yang mampu melakukan itu?” Maka pemuda tadi mengatakan: “Ayat ini membuatku tidak dapat
melanjutkan membaca al-Qur`an dan akupun tersibukkan dengan urusan dunia. Akan tetapi Allah mengetahui seberapa jauh keikhlasanku
dalam mencari kebenaran.

Maka Tuhanku mendudukkan aku didepan televisi Inggris yang disana ada acara dialog antara komentator Inggris dengan tiga ilmuwan ruang angkasa Amerika. Pembawa acara ini memberikan komentar miring terhadap tiga pakar tersebut karena telah meng
habiskan uang dalam jumlah
besar untuk perjalanan keruang angkasa pada saat bumi dipenuhi berbagai problematika
kelaparan, kemiskinan, timbul
nya berbagai penyakit, dan keterbelakangan.

Sang komentator mengatakan: “Seandainya biaya yang demikian banyak itu dihabiskan untuk memakmurkan bumi tentu lebih bermanfaat”. Akan tetapi tiga pakar tersebut tetap membela pendapat pendapanya
dengan mengatakan sesungguhnya teknologi ini bisa bermanfaat secara praktis dalam berbagai aspek kehidupan, bisa bermanfaat dalam ilmu kedokteran, industri dan pertanian. Jadi biaya yang demikian besar itu bukanlah harta yang dihambur hamburkan dengan percuma akan tetapi biaya tersebut membantu perkembangan teknologi yang maju untuk mewujudkan tujuan yang mulia.”

Disela-sela dialog tersebut muncul penyebutan tentang perjalanan yang mendaratkan seseorang astronot diatas permukaan rembulan. Karena pendaratan tersebut adalah perjalanan ruang angkasa yang paling banyak memakan biaya, ia telah menghabiskan lebih dari 100 milyar US$, maka dengan nada tinggi, komentator Inggris mengatakan: “Kebodohan macam apa ini? 100 milyar US$ hanya untuk mendaratkan seorang ilmuwan Amerika diatas bulan?” Mereka menjawab: “Tidak, tujuannya bukan untuk mendaratkan ilmuwan Amerika diatas bulan, tapi kami mempelajari susunan bulan bagian dalam.
Dan kamipun telah menemukan sebuah fakta ilmiah, seandainya kita menghabiskan biaya
berkali-kali lipat daripada ini untuk membuat orang percaya terhadap fakta tersebut, tentu
tidak ada orang yang mempercayai kami.” Maka sang komentator mengatakan: “Fakta apa itu?”
Mereka menjawab: “Rembulan ini pernah terbelah pada suatu hari kemudian menyatu
kembali.” Komentator bertanya: “Bagaimana kalian mengetahui hal itu?” Mereka menerangkan: “Kami mendapatkan sebuah sabuk dari bebatuan yang membelah rembulan dari
permukaannya hingga kebagian dalamnya. Kami lantas berembuk dengan para pakar ilmu tanah dan geologi dan mereka mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi kecuali jika rembulan pernah terbelah kemudian menyatu lagi.”

Dawud Musa Bidcook lalu mengatakan: “Maka saya segera meloncat dari kursi tempat duduk saya dan saya katakan: “Sebuah mukjizat terjadi untuk Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
pada 1400 tahun yang lalu. Allah Subhanahu wa Ta’ala menundukkan orang-orang Amerika untuk membelanjakan lebih dari 100 Milyar US$ guna
menetapkan kebenaran mukjizat itu untuk umat
Islam?! Kalau begitu, pasti agama ini adalah agama yang haq.” Pemuda itu melanjutkan
perkataannya: “Maka sayapun segera kembali ke mushaf dan langsung membaca surat al-Qomar, dan surat itulah yang menjadi pintu masuknya
Islam kedalam hatiku.

SEMOGA BERMANFAAT
    
              

Kamis, 11 Februari 2016

SERIAL HADITS ARBA'IN 1





 Hadits ke-1 : Niat

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

________________________________
Terjemahan Hadits :

Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Khattab radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

________________________________
📝 Catatan:

1 Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafii berkata: Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafii bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

2 Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : Ummu Qais bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan Muhajir Ummi Qais (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

________________________________
📋 Pelajaran yang terdapat dalam Hadits

1 Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah taala).

2 Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

3 Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah taala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah.

4 Seorang mumin akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.

5 Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

6 Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

7 Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Sumber : j.mp/arbainnawawipdf