Hadits ke-1 : Niat
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ
عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى
الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ
امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ
إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ
يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل
بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري
النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
________________________________
✏ Terjemahan Hadits :
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Khattab
radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan
sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.
Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya,
maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya
karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka
hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah
Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al
Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua
kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).
________________________________
📝 Catatan:
1⃣ Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang
menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata:
Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa
perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan
niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia
berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan
ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
2⃣ Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari
Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon
bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian
dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).
________________________________
📋 Pelajaran yang terdapat dalam Hadits
1⃣ Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal
perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali
berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
2⃣ Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan
tempatnya di hati.
3⃣ Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut
pada semua amal shaleh dan ibadah.
4⃣ Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
5⃣ Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika
diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai
ibadah.
6⃣ Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas)
adalah niat.
7⃣ Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman
karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal
Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan
dengan perbuatan.
Sumber : j.mp/arbainnawawipdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar